Langsung ke konten utama

Postingan

Laki-laki Isbal Itu Menyelisihi Sunnah Nabi dan Menyerupai Wanita

Oleh: Abu Abdillah Ibnu Luqman Isbal artinya melabuhkan pakaian hingga menutupi mata kaki, dan hal ini terlarang secara tegas baik karena sombong maupun tidak. Larangan isbal bagi laki-laki telah dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat banyak, maka selayaknya bagi seorang muslim yang telah ridho Islam sebagai agamanya untuk menjauhi hal ini. Namun ada sebagian kalangan yang dianggap berilmu, menolak (larangan) isbal dengan alasan yang rapuh seperti klaim mereka kalau tidak sombong maka dibolehkan?! Untuk lebih jelasnya, berikut kami paparkan perkara yang sebenarnya tentang isbal agar menjadi pelita bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Amin. Wallahul Musta’an. DEFINISI ISBAL Isbal secara bahasa adalah masdar dari “asbala”, “yusbilu-isbaalan”, yang bermakna “irkhaa-an”, yang artinya; menurunkan, melabuhkan atau memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ibnul ‘Aroby rahimahullah dan selainnya adalah...

Ritual Rebo Wekasan Itu Bukanlah Ajaran Islam, Tidak Diajarkan Oleh Nabi

Rebo wekasan diambil dari bahasa jawa. Rebo artinya hari rabu dan wekasan artinya terakhir. Adapun yang dimaksud di sini adalah acara ritual yang biasa dilakukan sebagian masyarakat pada hari rabu akhir bulan Shofar karena menurut persepsi mereka saat itu adalah saat petaka. Acaranya adalah sholat empat rakaat, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah satu kali, surat al-Kautsar tujuh belas kali, surat al-Ikhlas lima belas kali, surat al-Falaq dan an-Nas dua kali kemudian membaca doa bikinan mereka yang berisi kesyirikan dan kesesatan. Demikian juga mereka berkumpul-kumpul di masjid menunggu rajah-rajah bikinan kyai mereka lalu menaruhnya di gelas dan meminumnya. Tidak hanya di situ, mereka juga mengadakan perayaan makan-makan lalu berjalan di rumput-rumput dengan keyakinan agar sembuh dari segala penyakit. Tidak ragu lagi bahwa semua itu termasuk ritual jahiliyyah yang meruyak disebabkan kejahilan terhadap agama, lemahnya tauhid, suburnya ahli bid’ah dan penyesat umat serta minimnya p...

Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ditinjau dari hukum yang ada maka hubungan As-Sunnah dengan Al-Qur-an, sebagai berikut: 1. As-Sunnah berfungsi sebagai penguat hukum yang sudah ada di dalam Al-Qur-an. Dengan demikian hukum tersebut mempunyai dua sumber dan terdapat pula dua dalil. Yaitu dalil-dalil yang tersebut di dalam Al-Qur-an dan dalil penguat yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdasarkan hukum-hukum tersebut banyak kita dapati perintah dan larangan. Ada perintah mentauhidkan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, ibadah haji ke Baitullah, dan disamping itu dilarang menyekutukan Allah, menyakiti kedua orang tua, serta banyak lagi yang lainnya. 2. Terkadang As-Sunnah itu berfungsi sebagai penafsir atau pemerinci hal-hal yang disebut secara mujmal dalam Al-Qur-an, atau memberikan taqyid, atau memberikan takhshish dan ayat-ayat Al-Qur-an yang muthlaq dan ‘aam (umum). Ka...

Jagalah Waktu Berharga

Banyak diantara kita yang terlalaikan dengan nikmat ini, yaitu waktu luang. Dan hendaknya kita sadar pentingnya nikmat ini. Sesungguhnya Allah telah mengisyaratkan kepada kita bahwa orang orang yang telah mati mereka menyesal dan mereka minta agar dikembalikan lagi di dunia agara bisa beramal shalih lagi sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala (yang artinya): “dan Infakanlah sebagian dari apa yang yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian dating kepada salah sesorang diantara kamu; lalu dia berkata (menyesali) ‘Ya tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang shalih”(QS. Al-Munafiqun: 10). Dan hendaklah kita mengetahui bahwa kita hidup di dunia ini hanya lah sebentar sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya): “Dia berfirman,’berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ mereka menjawab ,’ kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyak...

Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ditinjau dari hukum yang ada maka hubungan As-Sunnah dengan Al-Qur-an, sebagai berikut: 1. As-Sunnah berfungsi sebagai penguat hukum yang sudah ada di dalam Al-Qur-an. Dengan demikian hukum tersebut mempunyai dua sumber dan terdapat pula dua dalil. Yaitu dalil-dalil yang tersebut di dalam Al-Qur-an dan dalil penguat yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berdasarkan hukum-hukum tersebut banyak kita dapati perintah dan larangan. Ada perintah mentauhidkan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, ibadah haji ke Baitullah, dan disamping itu dilarang menyekutukan Allah, menyakiti kedua orang tua, serta banyak lagi yang lainnya. 2. Terkadang As-Sunnah itu berfungsi sebagai penafsir atau pemerinci hal-hal yang disebut secara mujmal dalam Al-Qur-an, atau memberikan taqyid, atau memberikan takhshish dan ayat-ayat Al-Qur-an yang muthlaq dan ‘aam (umum). Ka...

Tak Ada Nasyid Islami

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Pertanyaan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Banyak beredar di kalangan pemuda muslim kaset-kaset nasyid yang mereka sebut “an-nasyid Islamiyyah”. Bagaimana sebenarnya permasalahan ini ? Jawaban Jika an-nasyid ini tidak disertai alat-alat musik, maka saya katakan “pada dasarnya tidak mengapa”, dengan syarat nasyid tersebut terlepas dari segala bentuk pelanggaran syari’at, seperti meminta pertolongan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, bertawassul kepada makhluk, demikian pula tidak boleh dijadikan kebiasaan (dalam mendengarkannya,-pent), karena akan memalingkan generasi muslim dari membaca, mempelajari, dan merenungi Kitab Allah Azza wa Jalla yang sangat dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang shahih, di antaranya beliau bersabda. “Artinya : Barangsiapa yang tidak membaca Al-Qur’an dengan membaguskan suaranya, maka dia bukan dari g...

Cadar: Antara Syafi’iyah dan UIN SUKA

Viral UIN SUKA Larang Mahasiswi Bercadar Mohon dijelaskan hukum cadar, karena mahasiswi bercadar akan dikeluarkan dari kampus.. saya tidak bercadar, tapi mohon dijelaskan hukumnya.. terima kasih Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Sejak dulu, keberadaan orang liberal di kampus telah menjadi masalah bagi bangsa. Dan selalu saja itu berangkat dari persepsi negatif terhadap mahasiswanya. Salah satu media merilis pernyataan Pak Yudian, “Mungkin soal aqidah nggak ada masalah. Tetapi kalau mereka melakukan ini, kan sudah banyak kasus di tempat-tempat lain, orang-orang yang didoktrin seperti itu akibatnya hanya akan menjadi korban dari gerakan-gerakan radikal itu,” kata Rektor UIN, Yudian Wahyudi. Apa hubungannya antara cadar dengan radikalisme (baca: teroris)? Jika semua yang ingin komitmen dengan agamanya, menampakkan identitas agamanya disebut radikal, itu berarti semua manusia radikal. Tak terkecuali Pak Rektor, bisa juga dia disebut rad...

Dituduh Otoriter, Jokowi: Penampilan Saya Tidak Sangar, Selalu Tersenyum

Joko Widodo (Jokowi) membantah tudingan bahwa dirinya pemimpin otoriter. Tuduhan tersebut sempat ramai dibicarakan di media sosial. Jokowi menyampaikan bantahan itu dalam Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) Partai Demokrat (PD) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). “Kenapa saya dibilang otoriter? Saya ini tidak ada potongan sekali pemimpin yang otoriter,” ucap Jokowi. “Penampilan saya tidak sangar. Ke mana-mana saya selalu tersenyum. Saya ini seorang demokrat,” tandas dia. Mantan Gubernur DKI itu menuturkan, ciri-ciri demokrat sejati yaitu pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, menghormati perbedaan tanpa menjadikannya simbol permusuhan. “Kurang lebih saya memenuhi lah kriteria-kriteria itu,” ujarnya. Ia lantas melontarkan sedikit guyonan. “Saya dan Pak SBY beda-beda tipis. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, ketua umum Partai Demokrat,” selorohnya.[ ww...

Warganet Marah, Okezone Gunakan Gambar PNS Muslim untuk Ilustrasi PNS Mesum

Serangan yang ditujukan kepada umat muslim semakin masif. Kini pelakunya adalah salah satu portal media mainstream Indonesia, Okezone. Berita bertajuk "Mesum di Hotel Saat Jam Kerja, Oknum PNS Disanksi Turun Pangkat" yang bertanggal 10 Maret 2018 ini menjadi viral pasca diketahui Okezone tak segan memasang gambar PNS berpeci dan berjilbab untuk ilustrasi fotonya. Mesum di Hotel Saat Jam Kerja, Oknum PNS Disanksi Turun Pangkat https://t.co/TnJdFjwQCj — Okezone (@okezonenews) March 10, 2018 Kelakuan Okezone ini memicu warganet untuk menanggapi. @bandabening Framing yang keterlaluan. Berita tentang PNS mesum di hotel tapi ilustrasi gambarnya PNS berpeci dan berhijab yang sedang upacara. Menampakkan kebencian pada simbol" Islami sesungguhnya sama dengan ujaran kebencian. Anda sadar, min? @Qarn66 iya nih parah admin, gambar yg diake tendensius sekali.... @lailiyah3 Kalo gue jadi mak2 yg kefoto dan bapak2 yg kefoto pas...

Larangan Cadar Dicabut, Politisi Ucap Syukur dan Takbir

Larangan bercadar yang tidak saja membuat heboh umat Islam oleh salah satu perguruan tinggi beberapa waktu lalu akhirnya dicabut. Alasan pelarangan cadar setidaknya disebutkan oleh kampus tersebut adalah untuk menjaga kondusiftas belajar mengajar. Pencabutan larangan tersebut pun disambut hangat oleh beberapa kalangan, termasuk politisi dan pemuda. Berikut sambutan mereka, yang dituliskan di akun media sosial, Twitter pribadi masing-masing: Fahri Hamzah: “ALHAMDULILLAH larangan bercadar sudah dicabut...terima kasih pak rektor UIN Sunan Kalijaga. #BercadarItuHAM.” Fahira Idris: “Alhamdulillah Allahu Akbar. Selamat kepada adik-adik mahasiswi UIN #Jogja atas dicabutnya Larangan Menggunakan Cadar.” Dahnil Anzar Simanjuntak: “Saya apresiasi keputusan UIN SUKA (Sunan Kalijaga) cabut larangan Cadar. Terus ajak mereka yang bercadar berdialog, ‘adu’ dalil dan nalar. Kampus rumahnya dialektika. Mereka yang berakal sehat pasti menerima penalaran yang benar. Bila ma...

Mengungkap Borok-Borok Sufi / Tasawuf

BOROK-BOROK SUFI Oleh Syaikh Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij Tasawuf merupakan gerakan berpola pikir filsafat klasik yang mengekor kepada para filosof dan ahli syair Romawi, India dan Persia. Namun, dalam hal ini, kita akan membatasi kajian masalah sufi dengan berkedok Islam. Kedok Islam ini dikenakan sebagai upaya menutupi hakikatnya. Maka barangsiapa yang meneliti dan mengamati gerak-geriknya, niscaya akan berkesimpulan, bahwa sufi bukan Islam. Baik menyangkut aqidah, prilaku dan pendidikan. MENGENAL BEBERAPA KEYAKINAN SUFI Sesungguhnya para penguasa sufi telah berusaha memelihara keyakinan-keyakinan tasawuf, yakni, dengan merancukan dan menghapuskan ayat-ayat Al-Kitab Al-Karim. Membolak-balik, serta merubah pemahaman Sunnah An-Nabawiyah yang telah suci. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menakdirkan untuk agama ini, orang-orang yang memperbaharui agama-Nya. Yakni, dengan membersihkan Islam dari bermacam aqidah dan filsafat yang mengalir dala...