Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Cadar: Antara Syafi’iyah dan UIN SUKA

Viral UIN SUKA Larang Mahasiswi Bercadar Mohon dijelaskan hukum cadar, karena mahasiswi bercadar akan dikeluarkan dari kampus.. saya tidak bercadar, tapi mohon dijelaskan hukumnya.. terima kasih Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Sejak dulu, keberadaan orang liberal di kampus telah menjadi masalah bagi bangsa. Dan selalu saja itu berangkat dari persepsi negatif terhadap mahasiswanya. Salah satu media merilis pernyataan Pak Yudian, “Mungkin soal aqidah nggak ada masalah. Tetapi kalau mereka melakukan ini, kan sudah banyak kasus di tempat-tempat lain, orang-orang yang didoktrin seperti itu akibatnya hanya akan menjadi korban dari gerakan-gerakan radikal itu,” kata Rektor UIN, Yudian Wahyudi. Apa hubungannya antara cadar dengan radikalisme (baca: teroris)? Jika semua yang ingin komitmen dengan agamanya, menampakkan identitas agamanya disebut radikal, itu berarti semua manusia radikal. Tak terkecuali Pak Rektor, bisa juga dia disebut rad...

Dituduh Otoriter, Jokowi: Penampilan Saya Tidak Sangar, Selalu Tersenyum

Joko Widodo (Jokowi) membantah tudingan bahwa dirinya pemimpin otoriter. Tuduhan tersebut sempat ramai dibicarakan di media sosial. Jokowi menyampaikan bantahan itu dalam Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) Partai Demokrat (PD) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). “Kenapa saya dibilang otoriter? Saya ini tidak ada potongan sekali pemimpin yang otoriter,” ucap Jokowi. “Penampilan saya tidak sangar. Ke mana-mana saya selalu tersenyum. Saya ini seorang demokrat,” tandas dia. Mantan Gubernur DKI itu menuturkan, ciri-ciri demokrat sejati yaitu pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, menghormati perbedaan tanpa menjadikannya simbol permusuhan. “Kurang lebih saya memenuhi lah kriteria-kriteria itu,” ujarnya. Ia lantas melontarkan sedikit guyonan. “Saya dan Pak SBY beda-beda tipis. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, ketua umum Partai Demokrat,” selorohnya.[ ww...

Warganet Marah, Okezone Gunakan Gambar PNS Muslim untuk Ilustrasi PNS Mesum

Serangan yang ditujukan kepada umat muslim semakin masif. Kini pelakunya adalah salah satu portal media mainstream Indonesia, Okezone. Berita bertajuk "Mesum di Hotel Saat Jam Kerja, Oknum PNS Disanksi Turun Pangkat" yang bertanggal 10 Maret 2018 ini menjadi viral pasca diketahui Okezone tak segan memasang gambar PNS berpeci dan berjilbab untuk ilustrasi fotonya. Mesum di Hotel Saat Jam Kerja, Oknum PNS Disanksi Turun Pangkat https://t.co/TnJdFjwQCj — Okezone (@okezonenews) March 10, 2018 Kelakuan Okezone ini memicu warganet untuk menanggapi. @bandabening Framing yang keterlaluan. Berita tentang PNS mesum di hotel tapi ilustrasi gambarnya PNS berpeci dan berhijab yang sedang upacara. Menampakkan kebencian pada simbol" Islami sesungguhnya sama dengan ujaran kebencian. Anda sadar, min? @Qarn66 iya nih parah admin, gambar yg diake tendensius sekali.... @lailiyah3 Kalo gue jadi mak2 yg kefoto dan bapak2 yg kefoto pas...

Larangan Cadar Dicabut, Politisi Ucap Syukur dan Takbir

Larangan bercadar yang tidak saja membuat heboh umat Islam oleh salah satu perguruan tinggi beberapa waktu lalu akhirnya dicabut. Alasan pelarangan cadar setidaknya disebutkan oleh kampus tersebut adalah untuk menjaga kondusiftas belajar mengajar. Pencabutan larangan tersebut pun disambut hangat oleh beberapa kalangan, termasuk politisi dan pemuda. Berikut sambutan mereka, yang dituliskan di akun media sosial, Twitter pribadi masing-masing: Fahri Hamzah: “ALHAMDULILLAH larangan bercadar sudah dicabut...terima kasih pak rektor UIN Sunan Kalijaga. #BercadarItuHAM.” Fahira Idris: “Alhamdulillah Allahu Akbar. Selamat kepada adik-adik mahasiswi UIN #Jogja atas dicabutnya Larangan Menggunakan Cadar.” Dahnil Anzar Simanjuntak: “Saya apresiasi keputusan UIN SUKA (Sunan Kalijaga) cabut larangan Cadar. Terus ajak mereka yang bercadar berdialog, ‘adu’ dalil dan nalar. Kampus rumahnya dialektika. Mereka yang berakal sehat pasti menerima penalaran yang benar. Bila ma...

Mengungkap Borok-Borok Sufi / Tasawuf

BOROK-BOROK SUFI Oleh Syaikh Salim Al-Hilali dan Ziyad Ad-Dabij Tasawuf merupakan gerakan berpola pikir filsafat klasik yang mengekor kepada para filosof dan ahli syair Romawi, India dan Persia. Namun, dalam hal ini, kita akan membatasi kajian masalah sufi dengan berkedok Islam. Kedok Islam ini dikenakan sebagai upaya menutupi hakikatnya. Maka barangsiapa yang meneliti dan mengamati gerak-geriknya, niscaya akan berkesimpulan, bahwa sufi bukan Islam. Baik menyangkut aqidah, prilaku dan pendidikan. MENGENAL BEBERAPA KEYAKINAN SUFI Sesungguhnya para penguasa sufi telah berusaha memelihara keyakinan-keyakinan tasawuf, yakni, dengan merancukan dan menghapuskan ayat-ayat Al-Kitab Al-Karim. Membolak-balik, serta merubah pemahaman Sunnah An-Nabawiyah yang telah suci. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menakdirkan untuk agama ini, orang-orang yang memperbaharui agama-Nya. Yakni, dengan membersihkan Islam dari bermacam aqidah dan filsafat yang mengalir dala...

Tiga Laman Media Islam Diretas

Jakarta- Tiga media Islam hari ini dihack oleh pihak tak bertanggungjawab. Ketiga media Islam tersebut adalah Salam-online.com, Arrahmah.com dan Eramuslim.com. Menurut pantauan Kiblat.net, ketika tiga website tersebut diakses, muncul tulisan #RIPMCA kami mengajak perang terbuka kepada seluruh MCA (Muslim Cyber Army). Pimred Arrahmah.com, Muhammad Jibriel Abdurrahman membenarkan bahwa situsnya dihack “Di- deface -nya sekitar setengah jam yang lalu sepertinya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (10/03/2018). Ia juga memaparkan bahwa Arrahmah.com selama tigabelas tahun memang sering di- deface  dan dihack dari banyak kelompok pejahat cyber. Namun, kata dia, dengan izin Allah selalu bertahan demgan baik. “Tapi kadang, ada celah ada kelemahan yang dimanfaatkan sehingga server kami kebobolan,” jelasnya. Jibriel juga menegaskan bahwa hal semacam ini merupakan langkah untuk menjatuhkan mental media Islam. “Bagi kami hal biasa. Namun perlu diketahui bahwa hal...

Akhirnya, UIN Sunan Kalijaga Cabut Larangan Cadar

Polemik pelarangan cadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga akhirnya selesai. Sebab, pihak Universitas secara resmi mencabut pelarangan cadar di lingkungan kampus. Menurut Rektor UIN Kalijaga, Yudian Wahyudi pencabutan ini dilakukan usai diadakan Rapat Koordinasi Universitas. Ia menjelaskan, pertemuan ini dilakukan pada hari ini. “Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Universitas (RKU) pada Sabtu, 10 Maret 2018 diputuskan bahwa Surat Rektor No. B-1301/U.02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pembinaan Mahasiswi Bercadar dicabut demi menjaga iklim akademik yang kondusif,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Sabtu (10/03/2018). surat pencabutan pelarangan cadar di UIN Kalijaga Surat yang bernomor B-1679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 ini pun ditegaskan bersifat penting dan ditujukan pada Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, Kepala Unit/Lembaga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagaimana diketahui, nama UIN Sunan kalijaga sempat mencuat di kalangan ma...

Heboh, Huawei Masuk Islam!

Apa jadinya jika Huawei masuk Islam? Apa? Huawei masuk Islam? Tenang, itu bukan nama merek produk ponsel. Melainkan nama seorang pemuda berdarah oriental. "Asli namanya HuaWei, bukan merek tertentu he-he-he," kata Ketua Mualaf Center Indonesia Steven Indra Wibowo di Jakarta, Sabtu (10/3/2018). Sebagai buktinya, Steven mengunggah identitas diri Huawei baik paspor maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Nah tuh passport dan ID card (seperti ktp)nya, beliau pelajar dan terpelajar dengan baik," kata dia. Huawei, kata Steven, mencari Islam dan Allah selamatkannya dengan memberinya hidayah. "Alhamdulillah. Jadi bukannya saya pakai nama samaran yaa, soalnya yang direct messag nanyain sudah lebih dari 50 orang menanyakan nama aslinya dan mengira saya menggunakan nama samaran," ungkap Steven. Steven berharap agar Huawei dipermudah Allah dalam belajar Islam, "Karena bangsa Tionghoa agak kesulitan berbahasa arab sebab lidahnya tidak bias...